
subuh syahdu
dipagi ranum berkulit embun
mimpi tak lagi tersentuh lelap
ketika rindu ini menjadi saksi
atas cerita semalam
Hasbunallah wa ni’mal wakil
dan aku biarkan saja ingatanku melukismu dalam bayang
kemudian rasa yang masih tertinggal memuisikan nya dalam baitbait doa
ketika pagi ini kuawali kisah tanpamu dalam pandang yang kasad.
dan aku biarkan saja ingatanku melukismu dalam bayang
kemudian rasa yang masih tertinggal memuisikan nya dalam baitbait doa
ketika pagi ini kuawali kisah tanpamu dalam pandang yang kasad.
aku setumpuk tikam
dimana lara semakin palung
seperti rajam tiada ujung
ketika pusara belum juga mewartakan.
dimana lara semakin palung
seperti rajam tiada ujung
ketika pusara belum juga mewartakan.
dan aku terima ini adalah karma.
malam, sunyi, gerimis, dan luka.
sempurna kan pedih yang kau tinggalkan
hingga makin sembilu...
sempurna kan pedih yang kau tinggalkan
hingga makin sembilu...
Cinta itu menghapus jarak seberapapun hasta.
hingga cinta akan menempatnya dekat sampai hati yang palung.
maka tak ada lagi kata kesendirian
cintailah cinta.



No comments:
Post a Comment